ledok ombo

Ledok Ombo, Hutan Malang dari Jaman Belanda

Ledok Ombo merupakan salah satu camping ground ataupun bumi perkemahan di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur( Jatim). Siapa sangka, umur tempat tersebut telah ratusan tahun.

Terletak di ketinggian lebih dari 800 m di atas permukaan laut( mdpl), membuat Ledok Ombo Camping Ground berudara sejuk. Suasananya masih asri, hijau serta fresh dengan hutan tumbuhan pinus.

Buat mengarah ke Ledok Ombo tidak terlampau sulit. Dari Kota Malang ataupun Lapangan terbang Abdulrachman Saleh, melaju ke arah Timur mengarah Tumpang. Hingga di Pasar Tumpang, terus saja sampai menciptakan pertigaan Halaman Makam Pahlawan( TMP) serta ambil arah ke kiri.

Berikutnya, traveler hendak menciptakan perempatan serta ambil jalan kanan. Nanti hendak ditemui Pasar Poncokusumo serta ambil jalur ke kiri. Ikuti saja jalur besar sampai menciptakan Kantor Camat Poncokusumo. Dari simpang 5 lurus saja sampai dekat 1- 2 km. Traveler hendak menciptakan penanda arah.

Belum hingga ke venue, wisatawan hendak disuguhi dengan panorama alam hijau dari hutan bambu. Suara gemericik sungai berbatuan besar hendak ikut menyongsong. Sungai di Poncokusumo bertipe batuan besar. Apalagi terdapat yang batunya nyaris sebesar rumah.

Tiket Masuk Ledok Ombo Murah Meriah

Tiket masuk ke Ledok Ombo terkategori murah. Cuma Rp 10 ribu per malam per orang buat wisatawan yang mau camping. Sedangkan bila wisatawan cuma mau piknik ataupun semata- mata selfie, lumayan merogoh kocek Rp 5 ribu.

“ Ditarik bayaran masuk itu cuma jika weekend saja. Jika hari biasa malah tidak terdapat tarikan. Apalagi jika terdapat masyarakat lokal yang tiba ke mari, tidak harus bayar,” cerah Koordinator Wisata Ledok Ombo Jefri Nanang didampingi Kepala Resort Pemangkuan Hutan( KRPH) Daerah Poncokusumo Bambang Sujanarko kepada JawaPos. com, Sabtu( 8/ 12).

Dikala weekend, wisatawan yang tiba ke Bumi Perkemahan Ledok Ombo lebih banyak dibanding dengan hari kerja. Mereka tidak cuma tiba buat mendirikan tenda serta camping saja. Tetapi pula tiba buat wisata serta selfie.

Memanglah terdapat sebagian spot gambar lumayan kece. Misalkan, rumah tumbuhan. Tanpa terdapat rumah tumbuhan juga, sesungguhnya tempat ini menawan buat dijadikan spot gambar. Jajaran tumbuhan pinus yang terletak di lahan seluas 12 hektare telah lumayan mempesona hati buat diabadikan. Membuat wisatawan merasa di hutan pinus negeri bersuhu dingin. Korea ataupun Jepang misalnya.

Camping ground Ledok Ombo lumayan populer di golongan milenial. Sebab sering dijadikan venue buat diklat serta mendirikan tenda serta camping. Apalagi kabarnya, Ledok Ombo telah jadi jujukan camping semenjak era Belanda.“ Telah terdapat semenjak era Belanda. Maksudnya telah ratusan tahun umurnya. Dahulu kerap dipakai tentara Belanda nge- camp,” katanya.

Apalagi tadinya, di Ledok Ombo ada loji ataupun semacam bangunan aset Belanda. Tetapi saat ini telah tidak terdapat sisanya. Apalagi puingnya juga tidak nampak.“ Pernah tertimbun berpuluh- puluh tahun. Tetapi setelah itu kala terdapat penggalian buat ladang, telah tidak terdapat lagi sisanya,” imbuhnya.

Ledok Ombo dikelola Perhutani Malang serta karang taruna desa setempat. Tidak hanya cerita sejarah, Ledok Ombo sesuai buat melepas letih. Atmosfer hijau serta asri yang ditawarkan.