malabar

Paru – Paru Kota Malang, Hutan Kota Malabar


Kita melihat kota Malang saat ini telah berkembang dengan pesatnya. Lihat saja makin banyaknya pertokoan baru, makin banyak pula kendaraan bermotor yang berlalu-lalang di jalan raya. Hal ini membuat kota Malang berkembang di bidang ekonomi. Namun hal ini mempunyai efek samping, yaitu makin sempitnya lahan yang digunakan sebagai peresapan air, makin sedikit pohon-pohon sehingga Malang saat ini menjadi makin panas.

Ada lahan di jalan Malabar, yang “disisihkan” oleh Pemkot Malang dan dijadikan sebagai Hutan Kota. Hal ini patut diacungi jempol untuk Pemkot Malang, karena banyak alih fungsi Ruang Terbuka Hijau menjadi gedung-gedung dan mall-mall. Seperti MOG dan MATOS. Kita pasti ingat, MOG dibangun diatas lahan lapangan hijau stadion Gajayana. Dan MATOS dibangun di atas taman yang cukup luas. Dan masih banyak lagi gedung-gedung yang dibangun di atas taman atau ruang terbuka lainnya, yang seharusnya tidak dijadikan sebagai pusat perbelanjaan, mengingat  pada awalnya Malang dibuat sebagai kota peristirahatan dan sekarang Malang dijadikan kota Pendidikan.

Hutan Kota Malabar ini ada di jalan Malabar, arah timur dari gereja jalan Ijen. Hutan Kota ini luasnya adalah 16.718m2*. Di tengah Hutan Kota Malabar terdapat kolam air yang konon menjadi sumber untuk mengairi taman-taman di kota Malang.

Begitu masuk ke dalam Hutan Kota Malabar ini, mulai terasa hawa yang sejuk dan terdengar kicauan burung. Hutan Kota Malabar ini sudah mulai lebat pohonnya, sehingga berada di dekatnya pun akan terasa hawa yang segar.

Sebagai lahan penghijauan yang berlokasi di tengah kota ini, selain sebagai paru-paru kota MalangHutan Kota Malabar ini sebenarnya dapat juga dijadikan sebagai alternatif tempat rekreasi yang murah. Seharusnya, pihak pemerintah daerah Malang lebih memperhatikan keserasian, kenyamanan, dan keindahan Hutan Kota ini.

Sebagai contoh, di sisi utara timur Hutan Kota ini, ada beberapa bangunan semi permanen yang dijadikan sebagai warung. Hal ini dapat mengurangi keindahan dari hutan kota ini. Yang akankah lebih indah dan lebih baik lagi jika warung-warung itu dibuatkan bangunan semacam pujasera atau apalah yang tidak mengurangi keindahan hutan kota sekaligus pengunjung dapat lebih memanfaatkan dan berinteraksi dengan hutan kota, sebagai wahana berlibur dan belajar