hutpin malang

Hutan Pinus Semeru : Surga Sang Pemburu Sunyi

Objek wisata alam di Kabupaten Malang seakan tak ada habisnya. Salah satunya surga tersembunyi adalah Hutan Pinus Semeru (HPS) di Desa Sumberputih, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

HPS cocok menjadi alternatif wisata bagi wisatawan yang bosan dengan wisata pantai atau wisata buatan di Malang. Terutama, bagi wisatawan yang sudah penat dengan problematika perkotaan.

Terletak di ujung Kecamatan Wajak, hutan ini begitu rindang dan sejuk. Lokasinya yang terpencil membuat hutan lereng Gunung Semeru ini begitu sunyi dan cocok untuk membaca dan menenangkan diri.

Melihat hamparan pohon pinus dan aneka binatang hutan, sangatlah memanjakan mata.

Ketua Pengelola Wisata HPS, Fathurrozi Zainul Ansori, menceritakan jika wisata ini pertama kali dicetuskan oleh pemuda desa bersama mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 2017.

“Hutan Pinus Semeru ini awalnya ya iseng-iseng anak muda, dan waktu itu dibantu anak KKN dari UMM waktu itu,” terangnya, pada Jumat (23/10/2020).

Hutan Pinus Semeru, Surga Tersembunyi Sang Pemburu Sunyi (2)

Zainul mengatakan, waktu itu para mahasiswa KKN ini kebingungan mencari program untuk desa. “Anak-anak KKN ini bingung mau buat program apa di desa ini. Jadi saya ajak kemari buat melihat lokasi ini,” ungkapnya.

Sebelum dijadikan objek wisata khas Malang, sebenarnya lokasi Hutan Pinus ini sudah terkenal di kalangan pendaki gunung.

“Tapi sebenarnya dari dulu lokasi ini sering dijadikan lokasi camping dan dikatakan memiliki potensi wisata yang bagus. Dan kebetulan ada penyandang dananya itu anak KKN,” ujarnya.

Hutan Pinus Semeru, Surga Tersembunyi Sang Pemburu Sunyi (3)

“Akhirnya kita beli payung dan nyewa hammock. Lalu kita gantung payung sama hammock dan kita share di media sosial. Kok akhirnya banyak penggemar jadi terus dikembangkan,” sambungnya.

Pemuda Desa Sumberputih ini mengaku, ada dampak positif pembukaan HPS ini terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

“Masyarakat sendiri merasakan dampak positif adanya HPS, karena pengunjung yang turun dari HPS itu biasanya cari oleh-oleh. Dan di sini banyak yang jual bunga, itu pasti laku,” bebernya.

Zainul mengungkapkan, HPS berbatasan langsung dengan wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). “Ini memang berada di lereng Semeru, berbatasan langsung dengan TNBTS,” paparnya.

Lanjut dia, pohon-pohon pinus ini sudah ditanam sejak tahun 2000-an oleh Perhutani. “Pohon-pohon pinus ini sendiri mulai ditanam mulai tahun 2000-an, dan HPS ini dibuka pertama kali pada tahun 2017 awal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Zainul menceritakan pengalaman uniknya berurusan dengan Perhutani karena ada salah paham.

“Dulu kita awalnya gak ngerti prosedur. Jadi kita waktu itu ditegur sama Menterinya Perhutani karena tidak ada konfirmasi terlebih dahulu,” kenangnya.

Untungnya, teguran tersebut justru berubah menjadi ikatan kerjasama hingga saat ini. “Akhirnya saya konfirmasi sampai ke KPH Malang untuk mengajukan surat kerjasama dengan Perhutani. Jadi, sampai sekarang pun kerjasama masih berjalan,” pungkasnya.