pembalak liar hutan malang

2 Pembalak Liar di Hutan Malang Akhirnya Tertangkap, Pernah Tabrak Polisi Perhutani

2 pelakon pembalakan liar di daerah hutan Kabupaten Malang ditangkap polisi. Mereka diringkus usai mencuri kayu di petak 18A Dusun Sidorejo, Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Kedua pelakon ialah aksi Yoga Prasetiawan( 27) serta Aris Misgianto( 25), keduanya masyarakat Dusun Mendalan, Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Mereka ditangkap di tempat persembunyiannya di Kediri.

Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin mengatakan, kedua pelakon beraksi dengan memotong tumbuhan Sonokeling yang terdapat di kawasan hutan kepunyaan Perhutani.” Pelakon melaksanakan perbuatan penebangan serta pengangkutan kayu Sonokeling dengan mengajak temannya Yoga dengan memakai kendaraan mobil pickup Grandmax,” katanya, Rabu( 3/ 8/ 2022). Usai dipotong, kayu curian lalu diangkut dengan memakai mobil pickup. Tetapi aksi kedua pelakon dipergoki oleh beberapa petugas Perhutani RPH Ngantang yang tengah patroli. Petugas Perhutani ini lalu berupaya menghadang aksi pengangkutan kayu ilegal dari zona hutan.

” Dikala sang pelakon bawa benda fakta melaksanakan pencurian, dicegat perhutani pak Winarso, tetapi setelah itu sang pelakon senantiasa jalur, sehingga menabrak petugas Perhutani,” ucapnya.

Anggota polisi yang menerima laporan dari Perhutani Malang bergerak melaksanakan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan dikenal pelakon kesimpulannya sukses ditangkap di daerah Kediri.

” Ditangkap di Kediri, sehabis bisa data dari sebagian saksi- saksi yang mengenali yang bersangkutan kita tangkap di Kediri,” ucapnya. Dari permasalahan kni polisi mengamankan beberapa benda fakta semacam 2 buah gergaji mesin, 2 buah parang, gergaji tangan, satu buah gelondong kayu Sonokeling di mobil, hp, sepeda motor. Polisi pula sukses mengamankan satu unit mobil pickup Daihatsu Grandmax dengan Nopol AG 9858 ED. Akibat perbuatannya, Aris Misgianto serta Yoga Prasetiawan terancam Undang- undang No 18 tahun 2013 tentang Penangkalan serta Pemberantasan Peluluhlantahkan Hutan.” Pasal yang disangkakan, pasal 82 ayat 1 ataupun 83 ayat 1, serta pasal 87 ayat 1 huruf C UU no 18 tahun 2013 tentang, penangkalan serta pemberantasan pengerusakan hutan. Penjara setinggi- tingginya 15 tahun,” katanya.